16.3 C
London
Kamis, April 9, 2026
BerandaPolres MalangPolisi Selidiki Kasus Pria Gantung Diri di Malang, Ini Dugaan Penyebabnya

Polisi Selidiki Kasus Pria Gantung Diri di Malang, Ini Dugaan Penyebabnya

Date:

spot_imgspot_img

MALANG – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya di Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Korban diketahui berinisial H (31), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis (9/4/2026). Korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang datang ke rumahnya setelah tidak bisa dihubungi sejak dini hari.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian belakang rumah.

“Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang datang ke rumah karena sebelumnya tidak bisa menghubungi korban. Saat dicek ke dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi sudah tergantung di bagian belakang,” ujar AKP Bambang, Kamis (9/4/2026).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa peristiwa tersebut merupakan murni gantung diri.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil olah TKP, kejadian ini mengarah pada tindakan bunuh diri,” imbuh AKP Bambang.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga, korban diketahui memiliki permasalahan pribadi, termasuk faktor ekonomi dan keluarga.

“Dari keterangan saksi dan keluarga, korban diduga mengalami tekanan akibat masalah ekonomi serta persoalan keluarga yang dihadapinya,” terangnya.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga telah membuat pernyataan menolak visum dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas AKP Bambang. (u-hmsresma)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita terbaru

spot_img