BerandaDampitNekat Lewat Jalur Ilegal, Tiga Pendaki Gunung Semeru Terperosok ke Jurang, Dua...

Nekat Lewat Jalur Ilegal, Tiga Pendaki Gunung Semeru Terperosok ke Jurang, Dua Berhasil Dievakuasi

​MALANG – Tiga orang pendaki remaja dilaporkan hilang kontak dan terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 800 meter di kawasan Gunung Semeru. Peristiwa ini terjadi setelah ketiganya nekat melakukan pendakian melalui Jalur Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang—sebuah jalur yang dikenal ekstrem dan berstatus ilegal.
​Peristiwa bermula pada Sabtu (30/5/2026), saat korban atas nama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18) bersama dua rekannya asal Semarang dan Pasuruan nekat mendaki tanpa izin orang tua maupun pemandu (guide). Meski sempat dilarang oleh penjaga situs Purbakala karena medan yang sangat terjal dan berbahaya, para pendaki tersebut tetap bersikeras melanjutkan perjalanan.
​Petaka terjadi pada Senin (1/6/2026) pagi. Orang tua Ananda Cakra menerima telepon dari rekan korban yang mengabarkan bahwa mereka telah terperosok ke dalam jurang. Korban sempat mengirimkan lokasi terakhir (share loc) sebelum akhirnya seluruh ponsel mereka tidak dapat dihubungi.
​Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Proses evakuasi berjalan dramatis dan sempat terkendala minimnya peralatan serta medan yang sangat curam. Kendati demikian, tiga orang relawan berhasil mencapai posisi para korban untuk memberikan pertolongan pertama.
​Kondisi Korban: Dua pendaki ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat, sementara satu pendaki lainnya mengalami cedera patah kaki.
​Pada Kamis (4/6/2026) sore, tim relawan memulai proses evakuasi melalui jalur alternatif Tamanbali, Desa Tamansari, dengan waktu tempuh mencapai 7 hingga 8 jam.
​Kapolsek Ampelgading, AKP Moh. Budi Hartawan, S.Sos., mengonfirmasi bahwa pada Jumat (5/6/2026) dini hari sekira pukul 02.00 WIB, tim evakuasi telah berhasil membawa dua korban selamat tiba di Posko Desa Tamansari. Keduanya langsung mendapatkan perawatan medis awal dari Puskesmas Ampelgading.
​Sementara itu, proses evakuasi untuk satu korban tersisa yang mengalami patah kaki dijadwalkan kembali berlanjut pada hari ini, Jumat (5/6/2026). Evakuasi lanjutan ini akan melibatkan tim medis Puskesmas, Relawan PMI Ampelgading, Sibat, serta dukungan penuh dari Basarnas Provinsi Jawa Timur

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments