BerandaDaerahJaga Malang Tetap Kondusif, Kapolres Rangkul Tokoh Lintas Agama

Jaga Malang Tetap Kondusif, Kapolres Rangkul Tokoh Lintas Agama

MALANG – Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengajak para tokoh lintas agama memperkuat peran dalam menjaga kerukunan dan mencegah gangguan keamanan di Kabupaten Malang. Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari potensi konflik antarumat beragama, peredaran minuman keras, hingga kenakalan remaja.

Ajakan tersebut disampaikan Rulian saat bertemu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang di Kantor FKUB, Jalan Kawi, Kepanjen, Senin (2/11/2026).

Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk membahas persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kerukunan dan ketertiban masyarakat.

Rulian menegaskan, seluruh warga memiliki hak yang sama untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi isu yang membawa-bawa perbedaan keyakinan.

“Bagi saya, semua agama adalah prioritas. Tidak ada mayoritas atau minoritas. Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama dan menjalankan ibadahnya,” kata Rulian, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, persoalan agama merupakan hal sensitif yang perlu disikapi dengan komunikasi dan kedewasaan. Jika tidak ditangani dengan baik, perbedaan dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu perpecahan.

Karena itu, Rulian berharap FKUB terus menjadi mitra kepolisian dalam mendeteksi potensi persoalan di tengah masyarakat. Ia juga meminta para tokoh agama tidak ragu menyampaikan masukan maupun informasi terkait kerawanan di wilayah Kabupaten Malang.

“Saya meminta masukan dan pandangan dari beliau para tokoh, terkait persoalan yang berpotensi menjadi kerawanan di Kabupaten Malang. Termasuk yang harus kita lakukan bersama agar kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Tak hanya soal kerukunan, persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Para tokoh agama menyoroti penyalahgunaan minuman keras, balap liar, perang sarung, hingga pengaruh penggunaan telepon seluler terhadap perilaku anak-anak.

Rulian mengatakan, Polres Malang telah melakukan edukasi dengan melibatkan mahasiswa untuk turun langsung ke lingkungan kampus dan sekolah. Materi yang disampaikan mencakup perundungan, narkoba, minuman keras, judi online, hingga balap liar.

“Kami melibatkan mahasiswa agar ikut memberikan edukasi kepada teman-temannya. Anak-anak muda ini nantinya juga menjadi pemimpin. Kami ingin mereka memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan mereka,” jelasnya.

Kapolres menyebut, upaya menjaga keamanan juga dilakukan dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui program Jogo Omah dan Polisi Bersama Masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak ikut peduli terhadap keamanan lingkungan, membangun komunikasi dengan kepolisian, serta bersama-sama mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Terkait peredaran minuman keras, Rulian mengungkapkan jajarannya telah menyita lebih dari 3.600 botol miras berbagai jenis sejak dirinya bertugas di Polres Malang. Penindakan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya menekan potensi gangguan kamtibmas.

“Kami rutin melakukan razia minuman keras. Ini menjadi bagian dari upaya kami melakukan perbaikan terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Malang Drs. KH Soleh Arifin menyambut baik komunikasi yang dibangun Kapolres Malang dengan para tokoh agama. Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah persoalan sosial maupun keagamaan berkembang menjadi konflik.

“Prinsip kami sejak dulu adalah jemput bola. Jangan sampai ada persoalan di masyarakat yang dibiarkan membesar. Komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian menjadi bagian penting untuk menjaga kerukunan,” kata Soleh.

Ia juga menilai kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan polisi perlu terus dipertahankan agar masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Rulian pun berharap sinergi antara kepolisian, FKUB, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat.

Ia menilai keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan para tokoh agama dan masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Malang tetap aman, rukun, dan kondusif,” pungkasnya. (u-hmsresma)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments