Malang – Kapolsek Sumberpucung, Iptu Choirul Mustofa, S.H., M.H., melakukan silaturahim sekaligus memberi motivasi santri Pesantren Rakyat Al-Amin seusai salat zuhur berjamaah. Kunjungan ini menjadi langkah awal Kapolsek yang baru seminggu dilantik untuk mempererat hubungan dengan kiai dan masyarakat.
Kedatangan Kapolsek disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., bersama seluruh santri dan dewan guru. Kapolsek tak sendiri, ia datang beserta Kanit Reskrim Aiptu Edi Sdan anggota Polsek Sumberpucung lainnya, Aipda Eko Wahyu, dan Aipda Ferdian Happy.
Mengawali kegiatan ngaji rutin seusai sholat Zuhur berjamaah, KH. Abdullah SAM menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga moral bangsa. “Pesantren sejatinya adalah NU kecil, NU adalah pesantren besar. NU menjadi satu-satunya organisasi yang tidak pernah berkhianat dengan negara karena kita berpedoman pada athî‘ullâha wa athî‘ur-rasûla wa ulil-amri mingkum”, jelasnya.
Motivasi: Kapolsek Sumberpucung (mimbar) menyampaikan pentingya sinergi antara polisi dan pesantren kepada para santri di Masjid Baitul Ihsan
KH. Abdullah juga menguraikan keistimewaan Pesantren Rakyat yang memiliki ragam keahlian seperti tahfid, kemampuan bahasa Inggris, seni pedalangan, marching band, startup, komputer, peternakan, hingga media seperti website dan koran Inspirasi Pendidikan.
“Pesantren Rakyat ini mengikuti robbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah. Dunianya bagus, akhiratnya bagus”, terangnya. Wakil Direktur Pesantren Center Nusantara itu menggarisbawahi sinergi peran pesantren dan polisi dalam hal pembinaan akhlak Masyarakat. Menurutnya, pesantren membina akhlak dan batiniah, sementara polisi menjaga ketertiban masyarakat. KH. Abdullah SAM turut mendoakan agar reformasi kepolisian berjalan baik dan mengembalikan marwah Polri.
Sementara itu, dalam motivasi yang disampaikan oleh Iptu Choirul Mustofa, ia memperkenalkan diri sebagai putra asli desa dari Dusun Ngrancah, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. “Saya kecil juga ngarit, bantu bapak. Ternyata bisa, orang desa jadi polisi. Kalian jangan pesimis dengan latar belakang masing-masing. Cita-citalah setinggi langit,”, pesannya kepada para santri. Senada dengan KH. Abdullah SAM soal peran polisi dan pesantren, Iptu Choirul menegaskan bahwa kiai dan polisi memiliki tugas yang saling melengkapi. “Kiai membina akhlak, polisi membina dari sisi hukum”, paparnya.
“Tugas polisi sangat diringankan oleh adanya kiai dan pesantren. Kalau pendidikannya berhasil, akhlakul karimahnya teratasi”, ungkapnya.
Akrab: Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, KH. Abdullah SAM jagong maton bersama Ketua Yayasan dan Kapolsek Sumberpucung di Ndalem Pengasuh
Silaturahim ini menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat kepolisian dan lembaga pesantren dalam menjaga keamanan, membina moral, dan menyiapkan generasi muda yang berakhlak sekaligus berdaya saing.
Pesantren Rakyat Al-Amin menyambut baik langkah Kapolsek Sumberpucung yang membuka ruang kedekatan dengan para santri melalui kegiatan ngaji bersama, sebagai pondasi kuat untuk kolaborasi ke depan.
Di akhir motivasinya, Kapolsek juga memberikan informasi penting mengenai jalur khusus calon anggota Polri untuk para penghafal Al-Qur’an. Ia membangkitkan semangat santri untuk belajar lebih tekun.
“Belajar yang tekun. Apa kata kiai itu untuk kebaikan semuanya. Semoga kalian kelak bisa menjadi polisi atau TNI yang baik dan memperbaiki negara Indonesia”, harap Choirul.


