MALANG – Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polres Malang diterjunkan dalam pengamanan aksi mahasiswa di depan Mapolres Malang, Sabtu (30/8). Kehadiran mereka menjadi sorotan karena mampu meredam tensi massa dengan cara persuasif.
Polwan tampak berdiri di barisan depan, berinteraksi langsung dengan para mahasiswa. Mereka mengedepankan pendekatan komunikasi, mengajak dialog, hingga menenangkan peserta aksi yang mulai berteriak lantang.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menegaskan, peran Polwan sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Polwan kami libatkan bukan hanya untuk pengamanan, tapi juga sebagai jembatan komunikasi. Mereka bisa menyapa mahasiswa dengan pendekatan yang lebih lembut, sehingga suasana tidak memanas,” ujar Bambang, Sabtu (30/8).
Menurutnya, Polwan memiliki nilai strategis dalam unjuk rasa karena lebih mudah diterima massa.
“Kehadiran Polwan menegaskan wajah humanis Polri. Mahasiswa merasa lebih nyaman berdialog, sehingga aspirasi tetap tersampaikan tanpa harus menimbulkan kericuhan,” jelasnya.
Beberapa Polwan bahkan terlihat aktif berbincang dengan koordinator lapangan mahasiswa. Mereka memastikan jalannya aksi tetap dalam koridor damai hingga Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menemui langsung massa.
“Dengan adanya Polwan, dinamika massa bisa lebih terkelola. Mereka membantu menurunkan eskalasi emosi dan menjaga situasi tetap kondusif,” tambah Bambang.
Aksi mahasiswa akhirnya berakhir menjelang sore dengan tertib. Massa membubarkan diri secara damai, sementara Polwan tetap bersiaga hingga seluruh rangkaian selesai.
“Alhamdulillah, unjuk rasa berlangsung aman. Kami apresiasi peran Polwan yang luar biasa hari ini,” tutup Bambang. (u-hmsresma)