BerandaDaerahRANS vs Deltras di Kanjuruhan, 521 Personel Disiagakan Polres Malang

RANS vs Deltras di Kanjuruhan, 521 Personel Disiagakan Polres Malang

MALANG – Sebanyak 521 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan laga RANS Nusantara FC vs Deltras FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (27/9/2026). Pengamanan disiapkan sejak aktivitas suporter sebelum laga hingga penonton meninggalkan stadion.

Laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 itu dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB. Deltras FC diperkirakan membawa sekitar 1.000 suporter ke Malang.

Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengatakan personel telah ditempatkan di sejumlah titik untuk mengawal rangkaian pertandingan, termasuk pergerakan suporter tim tamu.

“Pengamanan kami siapkan menyeluruh, mulai dari kedatangan tim dan suporter, pertandingan berlangsung hingga kepulangan. Kami ingin seluruh rangkaian berjalan aman, nyaman, tertib dan lancar,” kata Rulian, Minggu (27/9/2026).

Sebanyak 521 personel terdiri dari 307 anggota Polri, 66 personel TNI, 32 personel Pemkab Malang, 86 steward dan 30 korlap. Dari unsur Polri, 209 personel berasal dari Polres Malang dan 98 personel dari Polda Jatim.

Polisi juga menyiapkan personel Brimob dan Dalmas serta dua unit kendaraan Barracuda untuk mendukung pengamanan. Pola pengamanan dibagi dalam empat zona sesuai rencana pengamanan pertandingan.

Suporter Deltras FC akan berkumpul di kawasan Blok Office depan Stadion Kanjuruhan sebelum menuju stadion. Polisi menyiapkan personel untuk mengawal dan memantau pergerakan mereka.

“Kami sudah petakan titik-titik yang menjadi lokasi pergerakan suporter. Personel di lapangan kami minta bertindak sesuai SOP, tetap humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif,” ujar Rulian.

Bagi penonton, polisi mengingatkan agar mengikuti aturan selama berada di kawasan stadion. Penonton juga dilarang membawa senjata tajam, senjata api maupun barang lain yang dapat mengganggu keamanan pertandingan.

Kesiapan pengamanan dilakukan Polres Malang melalui pengecekan personel dan pembagian tugas sebelum pertandingan. Para perwira pengendali juga mendapat gambaran teknis melalui Digital Electric Tactical Game (DETG).

Dalam pengamanan tersebut, personel tidak dibekali senjata api. Pengamanan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif sesuai SOP untuk menjaga pertandingan tetap aman dan kondusif.

Masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar Stadion Kanjuruhan diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan arus kendaraan maupun aktivitas suporter.

“Pengamanan kami lakukan sampai seluruh rangkaian pertandingan selesai. Kami pastikan situasi tetap aman dan terkendali, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” pungkas Rulian. (u-hmsresma)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments