4.4 C
London
Senin, Maret 23, 2026
BerandaPolres MalangTim University Of Sastra Kamboja Dan Tim FK Unibra Kunjungi Posyandu Jiwa...

Tim University Of Sastra Kamboja Dan Tim FK Unibra Kunjungi Posyandu Jiwa Desa Rembun Kecamatan Dampit

Date:

spot_imgspot_img

Kabarbosomalang.net – Pemerintah Desa Rembun Bersama UPT Puskeskesmas Pamotan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang di dampingi Jajaran Formopimcam Dampit menerima kunjungan kolaborasi 10 mahasiswa dari negara Kamboja,2 Mahasiswa Universitas Pertahanan ( UNHAN ) Bogor, 2 mahasiswa UBAYA,2 mahasiswa UNISSULA Semarang,2 mahasiswa UIN,2 mahasiswa UMM serta 6 Mahasiswa Universitas Brawijaya yang di dampingi 1 Dosen dari Negara Kamboja,4 Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan 1 dokter spesialis kejiwaan.

Kunjungan rombongan mahasiswa tersebut diterima Kepala Desa Rembun Ahmad Soleh S.Sos.,beserta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Rembun,Kepala Puskesmas Pamotan Ns.Qommarunzaman S.Kep.Ns.M.Kes.dan Camat Dampit Abai Saleh S.Sos.M.M.,Kapolsek Dampit AKP Ahmad Taufik Syafiudin S.H.M.H.,Danramil Dampit Kapten CKE Mulkamsiril Rabu ( 3/12/2025 ) pagi bertempat Di Balai Desa Rembun.

Desa Rembun Kecamatan Dampit dipilih menjadi salah satu tujuan studi karena memiliki salah satu program yang unik dalam bidang kesehatan, yakni posyandu jiwa.

Dalam sambutannya Camat Dampit Abai Saleh menyampaikan posyandu Jiwa adalah program kesehatan yang berfokus pada pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemulihan masalah kesehatan mental di tingkat komunitas.

Tujuannya adalah untuk mendeteksi masalah kejiwaan sedini mungkin, memberikan pendampingan, dan merujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi jika diperlukan.”Ujarnya.

Abai Saleh sapaan akrab Camat Dampit juga menerangkan bahwa peran Posyandu tradisional dengan menambahkan layanan kesehatan jiwa, seperti konseling dasar, terapi aktivitas kelompok, dan penyuluhan, untuk mendukung kesehatan mental masyarakat.”Pungkasnya.

Menurut Plt Kepala Puskesmas Pamotan Qommaruzzaman menjelaskan tujuan utama Posyandu Jiwa adalah untuk deteksi dini yaitu Mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa sedini mungkin pada anggota masyarakat.
Pencegahan: Mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan jiwa melalui kegiatan promotif dan preventif.

“Penanganan dan pendampingan: Memberikan dukungan, konseling, dan terapi yang sesuai untuk Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Rujukan: Merujuk kasus yang lebih serius ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Peningkatan kualitas hidup: Membantu pasien untuk tetap produktif, mandiri, dan diterima di masyarakat, serta menurunkan stigma negatif.
Kegiatan yang dilakukan
Sosialisasi dan penyuluhan: Memberikan edukasi kepada masyarakat dan keluarga tentang kesehatan jiwa.

Deteksi dini: Melakukan skrining atau pendataan gejala awal gangguan mental emosional.
Konseling dasar: Memberikan konseling dasar bagi warga yang membutuhkan.
Terapi: Menyelenggarakan terapi, seperti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), misalnya dengan bercocok tanam.

Pendampingan: Mendampingi dan mengawasi ODGJ, termasuk dengan kunjungan rumah.
Pemberdayaan: Memberikan kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas ODGJ.”Jelasnya.

Posyandu jiwa yang di gelar di Balai Desa Rembun ini di ikuti oleh 25 orang dengan masalah gangguan jiwa,mereka di jemput oleh kader posyandu dengan menggunakan mobil ambulan puskesmas pamotan.

25 orang dengan gangguan jiwa tersebut di dominasi oleh lansia,mereka di periksa kesehatanya mulai dari cek gula darah,tensi darah,timbang berat badan,di ukur tinggi badannya

Ikut hadir para Sekdes se – Kecamatan Dampit,Jajaran Forkopimcam Dampit,Kader Posyandu,Perangkat Desa Rembun,Tenaga Kesehatan Puskesmas Pamotan,serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Rembun.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita terbaru

spot_img