22 C
London
Selasa, Juli 23, 2024
BerandaPolres MalangPolres Malang Turun Tangan Selidiki Penemuan Jasad Bayi di Pemakaman Ngajum

Polres Malang Turun Tangan Selidiki Penemuan Jasad Bayi di Pemakaman Ngajum

Date:

spot_imgspot_img

*Polres Malang Turun Tangan Selidiki Penemuan Jasad Bayi di Pemakaman Ngajum* *MALANG* – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan bayi di area pemakaman umum Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (28/6/2024). Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia Hal tersebut dibenarkan Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, saat dikonfirmasi di Polres Malang, Sabtu (29/6). Pihaknya saat ini sedang mendalami kasus penemuan jasad bayi di Kecaamatan Pakis. “Betul, kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan terkait penemuan jasad bayi di area makam Desa Palaan, Kecamatan Ngajum,” kata Ipda Dicka di Polres Malang, Sabtu (29/6/2024). Ipda Dicka menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika Kaseno (62), seorang warga setempat, hendak menuju sungai di seberang makam Desa Palaan, Jumat (28/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat melintasi area makam tersebut, ia melihat bungkusan yang mencurigakan di pinggir jalan. Karena penasaran, ia kemudian membuka tas kresek warna hitam itu untuk mengetahui isi di dalamnya. Setelah dilihat, ternyata itu adalah jasad bayi perempuan yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kaseno segera menghubungi petugas Polsek Ngahum untuk melaporkan penemuan tersebut. “Tim dari Polsek Ngajum segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi,” jelas Ipda Dicka. Dikatakan Ipda Dicka, jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi telanjang dan tanpa identitas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan saat ditemukan, diperkirakan bayi tersebut telah meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan karena masih terdaat tali pisat yang menempel di perut bayi. Petugas Polsek Ngajum selanjutnya membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna dilakukan pemeriksaan Visum. Dikatakan Ipda Dicka, di dalam tas kresek juga ditemukan searik kertas berisi pesan wasiat dalam Bahasa Jawa. Tulisan tersebut berbunyi ‘Sopo ae seng nemokno tolong kuburno seng layak, aku wong miskin’. “Kami menemukan wasiat di tas tersebut bertuliskan intinya agar jasad tersebut dikuburkan dengan layak,” jelas Ipda Dicka. Ipda Dicka menyebut, pihaknya kini Tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus ini. Upaya identifikasi korban dan pencarian informasi dari masyarakat sekitar terus dilakukan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tragis ini. “Masih proses penyelidikan, kami akan berupaya semakasimal mungkin untuk mengidentifikasi dan mencari siapa pelaku yang tega membuang jasad bayi tersebut,” tutup Dicka.MALANG – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan bayi di area pemakaman umum Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (28/6/2024). Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia

Hal tersebut dibenarkan Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, saat dikonfirmasi di Polres Malang, Sabtu (29/6). Pihaknya saat ini sedang mendalami kasus penemuan jasad bayi di Kecaamatan Pakis.

“Betul, kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan terkait penemuan jasad bayi di area makam Desa Palaan, Kecamatan Ngajum,” kata Ipda Dicka di Polres Malang, Sabtu (29/6/2024).

Ipda Dicka menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika Kaseno (62), seorang warga setempat, hendak menuju sungai di seberang makam Desa Palaan, Jumat (28/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat melintasi area makam tersebut, ia melihat bungkusan yang mencurigakan di pinggir jalan.

Karena penasaran, ia kemudian membuka tas kresek warna hitam itu untuk mengetahui isi di dalamnya. Setelah dilihat, ternyata itu adalah jasad bayi perempuan yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kaseno segera menghubungi petugas Polsek Ngahum untuk melaporkan penemuan tersebut.

“Tim dari Polsek Ngajum segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi,” jelas Ipda Dicka.

Dikatakan Ipda Dicka, jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi telanjang dan tanpa identitas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan saat ditemukan, diperkirakan bayi tersebut telah meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan karena masih terdaat tali pisat yang menempel di perut bayi.

Petugas Polsek Ngajum selanjutnya membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna dilakukan pemeriksaan Visum.

Dikatakan Ipda Dicka, di dalam tas kresek juga ditemukan searik kertas berisi pesan wasiat dalam Bahasa Jawa. Tulisan tersebut berbunyi ‘Sopo ae seng nemokno tolong kuburno seng layak, aku wong miskin’.

“Kami menemukan wasiat di tas tersebut bertuliskan intinya agar jasad tersebut dikuburkan dengan layak,” jelas Ipda Dicka.

Ipda Dicka menyebut, pihaknya kini Tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus ini. Upaya identifikasi korban dan pencarian informasi dari masyarakat sekitar terus dilakukan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tragis ini.

“Masih proses penyelidikan, kami akan berupaya semakasimal mungkin untuk mengidentifikasi dan mencari siapa pelaku yang tega membuang jasad bayi tersebut,” tutup Dicka.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Berita terbaru

spot_img